VSAT : Pengertian, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

Pada artikel ini kita akan membahas mengenai VSAT, yang dirangkum menjadi beberapa pembahsan meliputi Pengertian, Jenis, Komponen, fungsi, Cara Kerja serta kelebihan & kekurangannya .

Apa itu VSAT ?

VSAT singkatan dari “Very Small Aperture Terminal” adalah teknologi komunikasi satelit yang digunakan untuk mengirimkan dan menerima data melalui satelit. VSAT merupakan suatu terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang tersebar di banyak lokasi dan terhubung ke hub sentral melalui satelit dengan menggunakan antena berdiameter tertentu.

Pada penggunaannya, VSAT merupakan sistem komunikasi dengan jangkauan yang luas. Sistem VSAT memungkinkan pengguna di lokasi yang terpencil atau terpencil untuk terhubung dengan jaringan global melalui satelit. Karena sifatnya yang dapat diandalkan dan skalabilitasnya, VSAT sering digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk:

1. Akses Internet: VSAT digunakan untuk menyediakan akses internet di daerah-daerah terpencil di mana infrastruktur telekomunikasi darat tidak tersedia atau tidak praktis.

2. Telekomunikasi Maritim: Kapal-kapal laut dan struktur lepas pantai menggunakan sistem VSAT untuk komunikasi data, suara, dan video.

3. Penerbangan: Pesawat terbang menggunakan sistem VSAT untuk komunikasi dalam penerbangan, termasuk komunikasi dengan kendali lalu lintas udara dan perusahaan penerbangan.

4. Telemedicine: Sistem VSAT memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk melakukan konsultasi jarak jauh dan transfer data medis di daerah terpencil.

5. Pertanian dan Energi: Dalam industri pertanian dan energi, VSAT digunakan untuk pemantauan dan pengelolaan jarak jauh dari instalasi dan peralatan.

Jenis-jenis satelit

Walaupun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun, tapi satelit juga dikategorikan atas ketinggian orbitnya. Berikut Jenis-jenis satelit berdasarkan ketinggian orbitnya :

– Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500 km di atas permukaan bumi.
– Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
– Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
– Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
– Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Jenis-jenis VSAT

VSAT bisa digolongkan menjadi tiga jenis yakni VSAT C-Band, VSAT Ku-Band, dan VSAT Ka-Band.

1. VSAT C-Band

VSAT C-Band mempunyai kualitas spektrum yang lebih tahan terhadap cuaca sehingga koneksinya bisa lebih stabil dibandingan Ku-Band dan Ka-Band. Jenis VSAT ini basanya banyak digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan ataupun organisasi.

Adapun kekurangan VSAT C-Band adalah penggunaan antena atau piringan satelit yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan jenis VSAT lainnya.

2. VSAT Ku-Band

Salah satu jenis VSAT yang bekerja pada frekuensi Downlink 11.7 – 12.7 GHz dan Uplink 14 – 14.5 GHz. Kelebihan VSAT Ku-Band yaitu dari biaya perangkat dan bandwidth yang lebih murah dibanding VSAT C-Band.

3. VSAT Ka-Band

VSAT Ka-Band menggunakan spektrum pada frekuensi paling tinggi dibandingkan C-Band dan Ku-Band, dimana Ka-Band ini memiliki rentang frekuensi 26.5 GHz – 40 GHz serta panjang gelombang dalam rentang 5.0 hingga 11.3 mm.

Frekuensi Ka-Band mampu menghadirkan the real broadband internet karena menawarkan kecepatan download mencapai 35 Mbps hingga 60 Mbps.

Oleh sebab itu, frekuensi Ka-Band dapat diandalkan untuk teknologi internet satelit sehingga dapat menunjang segala aktivitas digital yang membutuhkan bandwidth besar.

Komponen VSAT

Cara kerja dari sistem VSAT melibatkan beberapa komponen utama, diantaranya :

1. Antena : Ini adalah antena kecil yang menerima dan mengirim sinyal ke dan dari satelit. Antena ini biasanya memiliki diameter tertentu, tergantung dari jenis VSAT yang digunakan.

cara kerja vsat

2. Modem VSAT : Modem ini mengubah sinyal digital dari perangkat pengguna menjadi bentuk yang dapat ditransmisikan melalui satelit, dan sebaliknya.

3. Blok Downconverter (LNB) : perangkat yang mengonversi sinyal frekuensi tinggi dari antena menjadi frekuensi yang lebih rendah agar dapat ditangani oleh modem.

4. Blok Upconverter (BUC) : Perangkat yang mengubah sinyal dari modem menjadi frekuensi yang dapat ditransmisikan melalui antena.

5. Feedhorn : Untuk mengarahkan sinyal radiofrekuensi dari antena ke perangkat penerima atau pemancar.

6. Orthomode Transducer (OMT) : digunakan untuk menerima atau mentransmisikan sinyal pada dua polarisasi yang berbeda secara bersamaan.

7. Satelit : VSAT mengandalkan satelit komunikasi yang berada di orbit Bumi untuk mengirimkan dan menerima data. Satelit ini berkomunikasi dengan antena VSAT melalui sinyal radio.

8. Hub VSAT : Ini adalah pusat kontrol yang mengelola koneksi antara VSAT dan satelit. Hubs ini dapat mengatur lalu lintas data, mengatur alokasi bandwidth, dan menyediakan koneksi ke infrastruktur jaringan darat.

Ketika semua komponen VSAT ini bekerja sama, mereka membentuk sebuah sistem yang dapat menghubungkan pengguna di lokasi yang terpencil atau tidak terjangkau oleh infrastruktur darat dengan jaringan global.

Fungsi VSAT

Setelah mengetahui beberapa komponen VSAT, Proses kerja VSAT juga memiliki pengertian dari fungsi VSAT itu sendiri. Adapun Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas Bumi.

Piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit jenis ini merupakan satelit yang pada umumnya sering digunakan. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi dan mengikuti perputaran Bumi pada sumbunya.

VSAT juga merupakan salah satu kemajuan dalam tren untuk mereduksi ukuran ground segment (Stasiun Bumi) pada komunikasi satelit. VSAT terletak di akhir jalur komunikasi satelit untuk meluncurkan berbagai macam layanan komunikasi.

Cara Kerja VSAT

Cara kerja VSAT (Terminal Very Small Aperture Terminal) melibatkan beberapa tahap utama yang mencakup pengiriman, penerimaan, dan pemrosesan sinyal melalui satelit. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:

cara kerja vsat

Mengirim Data

Ketika pengguna ingin mengirim data melalui ke perangkat komputer atau telepon, data tersebut dikirimkan ke modem yang terhubung dengan antena VSAT. Setelah itu modem akan mengkonversi data tersebut menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui antena VSAT.

Transmisi melalui Antena VSAT

Antena VSAT mengirimkan sinyal data ke satelit yang berada di orbit Bumi. Satelit menerima sinyal tersebut dan meneruskannya ke NOC. Pusat operasi jaringan atau yang disebut dengan NOC adalah hub atau lokasi terpusat tempat memantau dan memelihara infrastruktur jaringan.

Penerimaan Data

Ketika data diterima dari tujuan, NOC mengirimkan data tersebut kembali melalui satelit ke antena VSAT. Data ini kemudian diterima oleh modem satelit dan dikirimkan ke perangkat pengguna.

Komunikasi dua arah

Proses yang sama berlaku untuk komunikasi dua arah, di mana stasiun bumi juga dapat mengirim data ke stasiun bumi lainnya melalui satelit yang sama. Ini memungkinkan interaksi komunikasi yang cepat dan efisien antara lokasi-lokasi yang terpisah secara geografis.

Proses kerja VSAT ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat dan secara bersamaan, memungkinkan pengguna untuk melakukan komunikasi data dalam waktu nyata melalui jaringan VSAT. Sistem ini dirancang untuk memberikan konektivitas yang andal dan skalabilitas yang tinggi, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk akses internet, telepon, dan komunikasi data lainnya di daerah terpencil atau di mana infrastruktur darat tidak tersedia.

Kelebihan dan kekurangan VSAT

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem VSAT:

Kelebihan

1. Jangkauan Luas : VSAT dapat menjangkau wilayah yang luas, termasuk daerah terpencil di mana infrastruktur telekomunikasi darat tidak tersedia.

2. Skalabilitas : Sistem VSAT dapat dengan mudah diperluas untuk menangani peningkatan permintaan atau penambahan lokasi pengguna baru.

3. Mobilitas : VSAT dapat digunakan dalam aplikasi bergerak seperti penerbangan dan pelayaran, memungkinkan komunikasi data di mana saja di seluruh dunia.

4. Penginstalan yang Mudah : Antena VSAT yang relatif kecil dan mudah dipasang, membuatnya cocok untuk digunakan di lokasi yang sulit dijangkau.

5. Konektivitas Global : VSAT memungkinkan pengguna untuk terhubung ke jaringan global di mana saja di dunia, asalkan ada jangkauan satelit. Ini sangat berguna untuk aplikasi seperti pelayaran, penerbangan, atau pengeboran lepas pantai di mana akses internet dan komunikasi data diperlukan di tengah lautan atau padang pasir.

Kekurangan

1. Biaya : Biaya awal untuk membangun infrastruktur VSAT bisa mahal, termasuk pembelian dan instalasi peralatan, serta biaya langganan layanan.

2. Keterlambatan Sinyal : Karena data harus melakukan perjalanan melalui satelit, terkadang ada keterlambatan sinyal yang dapat mempengaruhi kualitas layanan, terutama dalam aplikasi yang membutuhkan respons cepat.

3. Keterbatasan Bandwidth : Meskipun teknologi VSAT terus berkembang, ada keterbatasan dalam bandwidth yang tersedia, terutama di daerah dengan tingkat lalu lintas yang tinggi.

4. Ketergantungan pada Cuaca : Cuaca buruk seperti hujan atau badai bisa mempengaruhi kualitas sinyal satelit dan mengganggu konektivitas.

5. Pemeliharaan : Sistem VSAT membutuhkan pemeliharaan reguler dan pemantauan untuk memastikan kinerjanya tetap optimal, terutama dalam kondisi lingkungan yang ekstrem atau di lokasi yang sulit diakses.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan ini, pengguna harus memilih sistem VSAT dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi spesifik mereka.

Begitulah pembahasan mengenai VSAT yang meliputi Pengertian, Jenis, Komponen dan Cara Kerja. Semoga bermanfaat …

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top