Fungsi dan Cara kerja rangkaian Relay 5 kaki

Pada artikel kali ini saya akan membahas Relay jenis SPDT 5 pin atau relay 5 kaki mulai dari pengertian, fungsi dan cara kerja rangkaian relay 5 pin atau 5 kaki ini. Relay 5 pin atau relay 5 kaki biasanya digunakan dalam rangkaian perangkat elektronik seperti speaker protector,kendaraan,mikrokontroller dan lain-lain. Relay ini bisa dialiri arus listrik jenis AC dan DC ketika tertancap di dalam sebuah rangkaian.

Apa Itu Relay

Relay adalah saklar atau switch yang beroperasi menggunakan aliran listrik dan termasuk jenis komponen Elektromekanikal yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch).

Baca juga : Relay : Pengertian, cara kerja, Jenis dan fungsi

Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Misalnya, dengan Relay 5 kaki yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

Fungsi tiap-tiap kaki pada Relay 5 pin

Relay 5 kaki ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis relay 4 kaki. Hanya saja terdapat kaki terminal tambahan berupa 87a sebagai output kedua, dengan kata lain relay jenis ini memiliki 2 output.

Fungsi dan Cara kerja rangkaian Relay 5 kaki

Suatu rangkaian dengan beban ganda bisa dijalankan menggunakan satu relay saja. Bisa dilihat rangkaian relay 5 kaki mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Terminal atau pin 30
    berfungsi sebagai penyedia arus dari baterai atau aliran listrik.
  • Terminal 87
    berguna sebagai terminal yang terhubung dengan beban kelistrikan.
  • Terminal 85
    sebagai sinyal dari sakelar utama untuk menentukan kapan relay akan bekerja.
  • Terminal 86
    adalah masa dari selenoid yang terpasang di dalam komponen relay.
  • Terminal 87a
    merupakan terminal output kedua dari jenis relay 5 kaki.

Cara kerja relay 5 kaki (SPDT)

Bentuk dari relay dibedakan dari jumlah kakinya. Setiap kaki relay akan mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda antara satu dan lainnya. Untuk cara kerja relay 5 kaki ditentukan oleh kondisi posisi saklar itu sendiri. Ada 3 Posisi pada relay 5 kaki yaitu sebagai berikut :

  1. No (Normally Open), yakni posisi pertama adalah No (Normally Open) artinya relay mendapatkan tegangan dari elektromagnetnya.
  2. NC (Normally Close). Sedangkan untuk posisi kedua adalah berupa NC (Normally Close), dimana relay tidak mendapatkan tegangan.
  3. Co (Change Over), Posisi terakhir atau ketiga adalah berupa Co (Change Over) yakni posisi dimana terjadi sumber tegangan diputus dan diberikan pada kumparan elektromagnet relay.
Fungsi dan Cara kerja rangkaian Relay 5 kaki

Perhatikan pada gambar diatas, cara kerja dari relay ini yaitu : pada C1 dan C2 terdapat kumparan sebagai driver. ketika C1 dan C2 belum dilewati arus, maka terminal Com dan No akan tersambung, dan ketika C1 dan C2 dilewati arus maka plat Com akan berpindah sehingga terminal Com dan No akan tersambung.

Begitulah fungsi dan cara kerja rangkaian Relay jenis SPDT 5 pin atau relay 5 kaki ini. Adapun cara pemasangannya bisa dilihat pada artikel ini : Cara pasang relay 5 kaki

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top