Induktor : Pengertian, Fungsi, Jenis, Prinsip Kerja & Rumus-rumusnya

Induktor memiliki fungsi dan peran penting dalam banyak rangkaian elektronika dan kelistrikan. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, induktor juga mengalami peningkatan sehingga dapat digunakan di berbagai aplikasi elektronik yang lebih canggih.

Saat ini induktor hadir dalam berbagai bentuk dan kegunaan yang bermacam-macam. Bahkan di era sekarang, induktor sudah dibuat dalam bentuk komponen SMD dengan ukuran yang sangat kecil.

Baca Juga : Jenis Jenis Trafo (Transformator) Berdasarkan Klasifikasinya

Pada artikel ini kita membahas seputar induktor ini dimulai dari pengertian, fungsi, jenis, prinsip kerja hingga rumus-rumusnya. Langsung saja, simak penjelasannya dibawah ini…

apa itu induktor ?

Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah komponen pasif elektronika berbentuk kumparan dari susunan lilitan kawat yang menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus listrik. Pada Induktor terdiri dari lilitan kumparan kawat yang terbuat dari tembaga tunggal yang dililitkan melingkar di inti logam.

Baca Juga : Komponen Elektronika Aktif dan Pasif

Induktor mampu menyimpan energi dalam bentuk medan magnetik. kemampuan inilah yang disebut dengan induktansi, dimana satuan unitnya adalah Henry (H). Induktor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghasil muatan listrik, arus magnet dan arus listrik  

Fungsi induktor

Pada umumnya fungsi induktor atau kumparan ini digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika yang mana Induktor dapat bekerja secara mandiri atau bersama dengan komponen lain

Berikut ini beberapa fungsi induktor pada rangkaian elektronika dan kelistrikan:

  • Sebagai filter untuk frekuensi tertentu.
  • Untuk memblokir aliran arus AC.
  • Meloloskan arus DC.
  • Menaikkan atau menurunkan tegangan.
  • Menghasilkan sinyal gelombang pada sirkuit osilator.
  • Sebagai kopel daya listrik.
  • Digunakan pada sirkuit dinamo atau motor listrik.
  • Untuk sirkuit impedansi matching.
  • Menghasilkan daya magnet.
  • Penghasil tegangan listrik pada generator.
  • Dan lain lain

Jenis-jenis Induktor serta Fungsi kegunaannya

Menurut bahan pembuat intinya, induktor dapat dibagi 6 jenis. Berikut Jenis-jenis Induktor serta Fungsi kegunaannya

  1. Air Core Inductor (Inti Udara), Menggunakan udara sebagai Intinya, umumnya digunakan dalam filter frekuensi rendah, aplikasi audio, dan dalam rangkaian elektronika yang memerlukan hambatan arus rendah
  2. Ferrite Core Inductor (Inti Ferrit), Menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya, biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk catu daya switching (SmPS), transformator frekuensi rendah, filter frekuensi rendah, dan perangkat elektronik lainnya.
  3. Iron Core Inductor (Inti Besi), Menggunakan bahan besi atau baja sebagai Intinya, biasanya digunakan dalam aplikasi daya tinggi seperti transformator daya, filter daya, dan rangkaian pengaturan daya yang memerlukan induktansi tinggi dan daya hantar yang baik.
  4. Variable Inductor,  Pada umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat diputar-putar, sehingga nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan keinginan. Induktor ini biasanya digunakan dalam aplikasi seperti tuner radio, osilator variabel, dan perangkat yang memerlukan penyesuaian manual terhadap induktansi untuk mengatur frekuensi atau karakteristik sirkuit.
  5. Torroidal Core Inductor (Inti Toroid), Menggunakan Inti yang berbentuk O Ring (bentuk Donat), Induktor ini digunakan dalam aplikasi frekuensi tinggi karena bentuk toroidnya memungkinkan medan magnetik bisa terkonsentrasi dengan baik. Ini sering digunakan dalam antena, filter gelombang, dan aplikasi RF lainnya.
  6. Coupled Inductor (Induktor Dua Lilitan), Terdiri dari dua induktor yang ditempatkan berdampingan satu sama lain dengan kopling magnetik yang tinggi. Induktor ini juga bisa dari jenis inti ferit, inti besi atau udara. Kegunaannya biasa ada di dalam transformator daya, inverter, dan aplikasi yang melibatkan pengubahan tingkat tegangan. Hal ini agar  membantu pengisolasian dan transformasi sinyal.

Prinsip Kerja Induktor

Prinsip kerja induktor didasarkan pada hukum elektromagnetik Faraday, ketika arus listrik mengalir melalui kumparan induktor, maka medan magnetik di sekitarnya bertambah. Ketika arus berubah, maka medan magnetik ini juga akan berubah, sehingga menginduksi tegangan dalam induktor.

Pada saat induktor diberi arus yang melewati kawat lilitan, maka akan timbul medan magnet di sekitar induktor tersebut. Besarnya medan magnet berbanding lurus dari besarnya arus listrik yang diberikan.

Sehingga secara tidak langsung induktor bisa mengubah arus listrik yang diterima dengan tidak mengubah tegangannya menjadi bentuk medan magnet yang disebut juga induktansi. Besarnya nilai induktansi sebuah induktor dipengaruhi berbagai hal di antaranya yaitu :

  • Ukuran lilitan induktor dimana semakin pendek maka akan semakin tinggi juga induktansinya
  • Jumlah lilitan, nilai induktansi akan berbanding lurus dengan jumlah lilitan yang ada berarti semakin banyak lilitannya semakin besar juga induktansinya.
  • Diameter induktor, semakin besar diameter maka semakin besar juga induktansinya
  • Inti induktor, yaitu permeabilitas dari bahan inti yang digunakan bisa berupa besi, ferrite atau udara

Induktor Pada tegangan DC

Jika arus listrik mengalir melalui sebuah kabel, maka akan terjadi garis-garis gaya magnet. Bila kumparan yang dibuat dari kabel yang digulung tersebut dialiri arus, maka akan terjadi garis-garis gaya pada arah sama yang membangkitkan medan magnet.

fungsi induktor
Induktor terhubung sumber tegangan DC

Kuat medan magnet sama dengan jumlah garis-garis gaya magnet, dan berbanding lurus dengan hasil kali dari jumlah gulungan dalam kumparan dan arus listrik yang melalui kumparan tersebut.

Induktor Pada tegangan AC

Jika dua kumparan ditempatkan berdekatan satu sama lain dan salah satu kumparan ( L1) diberi arus listrik AC, maka pada L1 akan terjadi fluks magnet. Fluk magnet ini akan melalui kumparan kedua (L2) dan akan membangkitkan emf ( elektro motorive force ) pada kumparan L2. Efek seperti ini disebut induksi timbal balik ( mutual induction ). Hal ini biasanya dijumpai pada transformator daya.

Perlawanan yang diberikan pada kumparan inilah yang disebut dengan reaktansi induktif. Simbol dari Reaktansi Induktif adalah XL dalam satuan Ohm.

XL = 2πfL      

Keterangan :

  • π adalah 3.14
  • F adalah frekwensi arus bolak-balik ( Hz)
  • L adalah Induktansi ( Henry )
  • ∞ adalah kecepatan sudut ( 2πfL)
  • XL adalah reaktansi induktif ( Ω )

Rumus – rumus Induktor

Menghitung jumlah Lilitan Kawat sebuah Induktor

Keterangan :

N adalah jumlah lilitan

p adalah panjang kawat (centi meter)

r adalah jari-jari kawat (centi meter)

L adalah induktansi ( henry )

Menghitung Impedansi Rangkaian R L seri

Keterangan :

Z adalah impedansi

R adalah hambatan (Ω)

L adalah induktansi ( henry )

Menghitung Impedansi Rangkaian R L paralel

Keterangan :

Z adalah impedansi

R adalah hambatan (Ω)

L adalah induktansi ( henry )

Pengisian Induktasi

Keterangan :

t adalah waktu pengisian ( detik )

L adalah induktansi ( Henri )

R adalah hambatan (Ω)

Nilai Faktor Kualitasnya (Q)

Keterangan :

Q adalah factor qualitas

XL adalah reaktansi induktif (Ω)

R adalah Resistansi (Ω)

Rangkaian L dan C Seri :

fungsi induktor

Keterangan :

Q adalah factor daya

V1 adalah tegangan (V)

Begitulah pembahasan seputar induktor dimulai dari pengertian, fungsi, jenis, prinsip kerja hingga rumus-rumusnya. Semoga bermanfaat …

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top