Jenis-Jenis Orbit Satelit

Jenis Jenis Orbit Satelit – Orbit satelit merujuk pada jalur atau lintasan yang diikuti oleh satelit saat mengorbit Bumi atau objek langit lainnya. Dalam konteks satelit komunikasi, orbitasi mengacu pada jalur atau lintasan yang diikuti oleh satelit saat beredar di sekitar Bumi atau benda langit lainnya.

jenis orbit satelit

Macam jenis orbit satelit

Ada beberapa jenis orbit satelit yang berbeda, yang dipilih tergantung pada tujuan misi, aplikasi, dan kondisi teknis tertentu. Pada umum terdapat 6 jenis orbit satelit, yaitu  :

1. Low Earth Orbit (LEO)

jenis orbit satelit yang pertama yaitu LEO (Low Earth Orbit). LEO adalah orbit satelit yang terletak paling dekat dengan permukaan Bumi, biasanya pada ketinggian kurang dari 2.000 kilometer (1.200 mil). Satelit di orbit ini memiliki waktu orbitasi yang cepat dan digunakan untuk aplikasi seperti pemantauan bumi, penginderaan jauh, dan komunikasi.

Satelit-satelit yang mengorbit di LEO memiliki beberapa karakteristik khas:

1. Ketinggian Orbit: Satelit-satelit LEO berada pada ketinggian yang relatif rendah dibandingkan dengan orbit lainnya, membuat mereka mengorbit Bumi dengan cepat. Ketinggian rendah ini menyebabkan waktu orbit yang relatif singkat, biasanya antara 90 menit hingga 2 jam.

2. Kecepatan Tinggi: Satelit-satelit LEO bergerak dengan kecepatan tinggi karena dekat dengan permukaan Bumi. Kecepatan ini memungkinkan mereka untuk menyelesaikan orbitasi dalam waktu yang singkat dan memberikan cakupan yang dinamis atas permukaan Bumi.

3. Aplikasi: LEO digunakan untuk berbagai macam aplikasi, termasuk pemantauan bumi, observasi lingkungan, penginderaan jauh, komunikasi satelit, dan pengamatan astronomi. Satelit-satelit LEO juga digunakan dalam sistem navigasi global seperti Global Positioning System (GPS).

4. Keterlambatan Komunikasi Rendah: Karena dekat dengan permukaan Bumi, satelit-satelit LEO menghasilkan keterlambatan komunikasi yang rendah, membuatnya ideal untuk aplikasi yang memerlukan respons cepat, seperti komunikasi suara dan data.

5. Tantangan: Meskipun LEO memiliki banyak keuntungan, satelit-satelit di orbit ini rentan terhadap gesekan atmosfer Bumi yang menyebabkan pergeseran orbit dan degradasi satelit secara bertahap. Selain itu, karena kecepatan tinggi, satelit-satelit LEO harus terus-menerus diorbitkan atau mereka akan jatuh ke Bumi dan terbakar di atmosfer.

LEO menyediakan platform yang penting untuk berbagai aplikasi ruang angkasa karena keterlambatan komunikasi yang rendah dan cakupan area yang luas. Dengan meningkatnya minat dalam eksplorasi ruang angkasa dan pengembangan teknologi satelit, LEO menjadi semakin penting dalam menyediakan layanan global dan mendukung kehidupan sehari-hari di Bumi.

2. Medium Earth Orbit (MEO)

jenis orbit satelit selanjutnya yaitu Medium Earth Orbit (MEO). MEO adalah orbit yang terletak di antara LEO dan orbit geostasioner, biasanya pada ketinggian antara 2.000 hingga 36.000 kilometer (1.200 hingga 22.500 mil). Satelit navigasi seperti GPS beroperasi di orbit MEO.

Beberapa ciri khas MEO:

1. Ketinggian Orbit: Satelit-satelit MEO beroperasi pada ketinggian yang lebih tinggi daripada LEO, tetapi lebih rendah daripada orbit geostasioner. Ketinggian ini memungkinkan satelit untuk mencakup area yang lebih besar daripada LEO namun dengan delay komunikasi yang lebih rendah daripada orbit geostasioner.

2. Waktu orbitasi: Satelit-satelit MEO memiliki waktu orbitasi yang lebih lama daripada LEO namun lebih pendek daripada orbit geostasioner. Hal ini membuatnya cocok untuk aplikasi yang memerlukan keterlambatan komunikasi yang rendah, seperti sistem navigasi global.

3. Aplikasi: Orbit MEO umumnya digunakan untuk sistem navigasi satelit seperti Global Positioning System (GPS), Galileo, dan Glonass. Satelit-satelit ini mengorbit Bumi secara teratur, menyediakan informasi lokasi yang akurat dan waktu global kepada pengguna di seluruh dunia.

4. Keuntungan: Satelit-satelit MEO menawarkan kombinasi antara cakupan area yang luas dan keterlambatan komunikasi yang relatif rendah, menjadikannya pilihan yang baik untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan akurasi lokasi dan waktu, seperti navigasi, pemantauan lingkungan, dan komunikasi darurat.

5. Tantangan: Meskipun MEO menawarkan beberapa keuntungan, satelit-satelit di orbit ini masih rentan terhadap risiko seperti radiasi ruang angkasa dan potensi tabrakan dengan sampah antariksa. Hal ini memerlukan pengelolaan dan pemantauan yang cermat untuk menjaga keberlangsungan operasi satelit-satelit di orbit MEO.

Secara keseluruhan, Medium Earth Orbit menyediakan keseimbangan antara cakupan area yang luas dan keterlambatan komunikasi yang rendah, menjadikannya pilihan yang penting untuk berbagai aplikasi navigasi dan komunikasi di ruang angkasa.

3. High Earth Orbit (HEO)

Highly Elliptical Orbit (HEO) adalah jenis orbit satelit yang memiliki bentuk elips atau oval yang sangat miring atau excentrik. Dalam orbit ini, satelit bergerak menjauh dari Bumi pada titik paling jauh (apsis jauh) dan mendekati Bumi pada titik paling dekat (apsis dekat).

Beberapa ciri khas dari Highly Elliptical Orbit (HEO) meliputi:

1. Excentrikitas: Orbit ini memiliki excentrikitas yang tinggi, yang berarti perbedaan antara jarak terjauh dan terdekat dengan Bumi sangat besar.

2. Durasi Orbitasi: Waktu orbitasi satelit di HEO bisa sangat bervariasi, tergantung pada bentuk elips orbitnya. Satelit bisa menghabiskan waktu yang relatif lama di apsis jauh dan lebih cepat melintasi apsis dekat.

3. Keuntungan: Orbit HEO dapat memberikan cakupan yang luas atas area yang spesifik di Bumi, khususnya di kutub, yang sulit dicakup oleh satelit di orbit lainnya. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi seperti pemantauan cuaca, komunikasi di daerah-daerah kutub, atau observasi bumi di daerah-daerah tertentu.

4. Aplikasi: HEO digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk komunikasi satelit, pemantauan lingkungan, pemantauan cuaca, dan keperluan militer atau pemerintah yang membutuhkan cakupan luas dan kemampuan untuk tetap fokus pada suatu wilayah tertentu.

5. Tantangan: Seperti halnya dengan orbit satelit lainnya, satelit di HEO juga menghadapi tantangan seperti pengaruh gravitasi non-Bumi, radiasi, dan degradasi orbit seiring waktu.

Meskipun memiliki kegunaan yang spesifik tergantung pada aplikasinya, Highly Elliptical Orbit (HEO) menawarkan fleksibilitas dalam memberikan cakupan yang luas atas area-area yang sulit dijangkau oleh orbit satelit lainnya. Ini membuatnya menjadi pilihan yang penting dalam sistem-sistem satelit modern.

4. Geostationary Orbit (GEO)

GEO (Geostationary Orbit) merupakan jenis orbit satelit yang terletak sejajar dengan garis khatulistiwa Bumi dan memiliki periode orbitasi yang sama dengan periode rotasi Bumi. Satelit yang berada di orbit geostasioner mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer (22.236 mil) di atas khatulistiwa dan bergerak sejalan dengan rotasi Bumi, sehingga tampak diam relatif terhadap permukaan Bumi.

Karena kecepatan orbit satelit geostasioner sama dengan kecepatan rotasi Bumi, satelit ini tetap berada di atas lokasi geografis yang sama di permukaan Bumi sepanjang waktu. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk telekomunikasi, televisi satelit, pemantauan cuaca, dan navigasi.

Keunggulan utama dari satelit geostasioner adalah kemampuannya untuk memberikan cakupan yang konstan dan konsisten di seluruh area geografis yang luas tanpa perlu menggerakkan antena atau menyesuaikan posisi satelit. Ini membuatnya sangat berguna untuk layanan telekomunikasi seperti telepon satelit, internet satelit, dan siaran televisi satelit.

Namun, ada juga beberapa keterbatasan terkait dengan satelit geostasioner, termasuk jarak jauh yang menyebabkan delay dalam komunikasi, serta keterbatasan pada daerah-daerah kutub yang tidak dapat dijangkau secara langsung. Meskipun demikian, kegunaan dan kemudahan penggunaan satelit geostasioner menjadikannya pilihan yang populer untuk berbagai aplikasi komunikasi dan pemantauan di seluruh dunia.

5. Polar Orbit

Orbit polar adalah jenis orbit di mana sebuah objek, seperti satelit buatan atau pesawat ruang angkasa, mengorbit Bumi dari kutub ke kutub. Dalam orbit polar, objek tersebut melintasi garis lintang dari utara ke selatan (atau sebaliknya) saat mengorbit Bumi. Pola orbitnya sering kali mengikuti garis meridian (garis bujur), menciptakan pola lintasan yang membentang dari satu kutub ke kutub yang lain.

jenis orbit satelit

Keuntungan utama dari orbit polar adalah cakupan yang luas dan global yang diberikan oleh pola lintasan tersebut. Satelit yang mengorbit dalam orbit polar dapat melintasi seluruh permukaan Bumi pada waktu yang relatif singkat karena lintasannya yang melewati kedua kutub. Hal ini membuatnya ideal untuk pengamatan Bumi, termasuk pemantauan cuaca, pemetaan permukaan, pengamatan lingkungan, dan pemantauan perubahan iklim.

Selain itu, orbit polar juga sering digunakan untuk misi ilmiah seperti penelitian lingkungan, pengamatan geologis, pemetaan es, dan pemantauan aktivitas laut. Keunggulan lainnya adalah bahwa orbit polar memungkinkan objek untuk mengumpulkan data dari seluruh permukaan Bumi tanpa kecuali, karena lintasannya mencakup semua garis lintang.

6. Sun-Synchronous Orbit (SSO)

Sun-Synchronous Orbit (SSO) adalah jenis orbit yang dirancang sedemikian rupa sehingga satelit tetap sinkron dengan posisi Matahari saat bergerak mengelilingi Bumi.

Dalam SSO, satelit mengorbit Bumi dengan sumbu orbitnya diposisikan sedemikian rupa sehingga dalam satu putaran, satelit akan selalu melintasi garis lintang pada waktu yang sama setiap hari.

Ini menciptakan situasi di mana satelit akan melintasi garis lintang pada titik yang sama relatif terhadap posisi Matahari, memberikan kondisi pencahayaan yang seragam pada saat setiap lewatannya.

Keuntungan utama dari orbit SSO adalah kemampuannya untuk memberikan cakupan dan pencahayaan yang konsisten pada permukaan Bumi, yang sangat berguna untuk penginderaan jauh dan pemantauan lingkungan. Dengan demikian, orbit SSO sering digunakan untuk satelit penginderaan jauh yang melakukan pemantauan cuaca, pemetaan permukaan bumi, pengamatan lingkungan, dan pemantauan iklim.

Satelit yang mengorbit dalam orbit SSO biasanya memiliki periode orbit sekitar 90 hingga 100 menit, dan inklinasi orbit yang cocok sehingga garis lintang yang dilintasinya berubah secara bertahap seiring waktu untuk tetap sinkron dengan pergerakan Matahari. Hal ini membuat orbit SSO menjadi salah satu pilihan yang paling efisien untuk misi penginderaan jauh yang memerlukan cakupan global dan konsisten dari permukaan Bumi.

Begitulah pembahasan mengenai jenis jenis orbit satelit. Setiap jenis orbit memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu tergantung pada aplikasi dan kebutuhan misi tertentu. Pemilihan orbit yang tepat sangat penting dalam perencanaan dan operasi satelit.

Baca Juga : VSAT : Pengertian, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

Semoga Bermanfaat …

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top