Transistor PNP dan NPN : Perbedaan, Cara Kerja

Transistor PNP dan NPN adalah Salah satu komponen yang sering digunakan dan memiliki berbagai fungsi untuk rangkaian elektronika. Hampir sebagian besar rangkaian elektronika menggunakan komponen ini. Penting sekali bagi kita untuk mengetahui perbedaan transistor PNP dan NPN, untuk menentukan konfigurasi dalam membuat rangkaian elektronika. Adapun persamaan transistor PNP dan NPN adalah sebagai berikut :

  • Kata NPN dan PNP dibuat dari polaritas arus yang beroperasi pada transistor. Berdasarkan fungsinya, penggunaan transistor PNP dan NPN tidak ada perbedaan. Kedua transistor ini sama-sama berfungsi sebagai penguat arus atau kemampuatn switching secara elektronis.
  • Persamaan lain transistor PNP dan NPN adalah keduanya merupakan jenis transistor BJT ( Bipolar Junction Transistor). Transistor Bipolar sendiri merupakan sebuah transistor yang memiliki tiga kaki, yaitu Basis, Kolektor dan Emitor.

BACA JUGA : IC 555 : Spesifikasi, Datasheet, PINOUT, Diagram Rangkaian dan Prinsip Kerja

Fungsi tiap kaki-kainya

  1. Basis berarti Dasar, kaki ini memiliki fungsi mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui kolektor, sebagai pengendali atau pengontrol serta masuknya pintu masuknya sinyal.
  2. Kolektor berarti Pengumpul, kaki ini memiliki fungsi mengalirkan arus elektron dari transistor dan sebagai pintu keluarnya hasil pengolahan transistor yang berupa frekuensi dan getaran listrik satu fasa (searah) atau juga penampung muatan yang berasal dari emitor.
  3. Emitor berarti Pemancar, kaki ini berfungsi menimbulkan elektron-elektron dan sebagai pintu masuk arus positif (+)

Cara Kerja Transistor NPN

transistor pnp dan npn adalah

Cara kerja transistor jenis NPN adalah jika jumlah tegangan yang dialirkan ke basis melebihi tegangan ambang sebesar 0,7 V ( yaiu ketika anda menaikkan arus ke basis transistor NPN) maka transistor akan terus mengalirkan lebih banyak hingga arus mengalir sepernuhnya dari kolektor ke emitor. Saat arus yang mengalirkan ke basis transistor NPN diturunkan, maka transistor akan membuat arus yang mengalir dari kolektor ke emitor akan semakin sedikit hingga tegangan yang disuplai ke basisi berada di bawah ambang batas tegangan 0,7 Volt. Dimana pada titik ini transistor sudah tidak lagi membuka lintas kolektor ke emitor dan transistor dalam konsisi “OFF”.

Jika pada kaki basis transistor dihubungan dengan tegangan bias, maka arus pada kolektornya akan mengalir ke kaki emitor. Jika pada tegangan bias  diikuti dengan sinyal listrik yang akan dikuatkan, maka kolektor akan menguatkan sinyal seperti yang ada pada basisnya. Arus yang mengalir antara kedua kaki basis dan emitor tersebut akan berguna sebagai saklar, yaitu untuk mengalirkan arus yang lebih besar dari kaki kolektor ke emitor.

Cara Kerja Transistor PNP

transistor pnp dan npn adalah

Cara kerja transistor PNP bekerja secara sebaliknya. Ketika arus hilang dari basis ( mengalir keluar dari basis ke ground), maka transistor dalam kondisi “ON” dan membawa lintas daya pada beban keluaran.

Sementara cara kerja transistor PNP secara umum adalah saat saklar dihubungkan arus listrik, maka akan mengalir dari positif baterai dan berhenti pada tanda panah. Sebab transistor belum mendapatkan arus pemicu dan belum aktif, pada kondisi ini beban belum mendapatkan arus listrik sehingga lampu masih dengan kondisi mati.

Lalu dengan bersamaan ada arus pemicu yang mengalir dari positif baterai mengarah ke kaki basis dan melewati resistor lalu berakhir ke massa, dengan adanya arus pemicu tersebut, maka akan membuka ‘gerbang’ transistor. Arus yang berhenti pada tanda panas tadi akan terus mengalir ke kaki kolektor, kemudian ke lampu dan berakhir di massa. Jadi arus mengalir dari positif baterai ke kaki emitor, akan mengarah ke kaki kolektor dan menuju beban sehingga lampu menyala. Bisa dikatakan transistor jenis PNP ini sebagai pengendali positif.

Perbedaan Transistor PNP dan NPN

transistor pnp dan npn adalah

Perbedaan kedua jenis transistor ini bisa dilihat dari simbol transistor pada gambar diatas, perbedaannya hanya pada tanda panahnya yang tidak sama. Bila pada transistor PNP tanda panahnya masuk ke dalam, sementara pada transistor NPN tanda panahnya keluar.

Berikut ini adalah perbedaan lainnya mengenai transistor NPN dan PNP :

  • Pada transistor PNP, saat basis-nya diberikan muatan negatif (-) emitor akan mengalirkan muatan arus ke kolektor. Sementara pada transistor NPN, saat basis-nya bermuatan positif maka kolektor akan mengalirkan muatan arus ke emitor.
  • pada transistor PNP, tegangan positif akan selalu tersambung dengan kaki emitor dan tegangan negatif akan tersambung dengan kaki kolektor. Sementara pada transistor NPN, tegangan positif akan selalu tersambung dengan kaki kolektor dan tegangan negatif akan tersambung dengan kaki emitor. Bila prinsip tersebut tidak dijalankan, maka transistor tidak akan bisa beroperasi.
  • Berdasarkan arus outputnya, perbedaan transistor PNP dan NPN yaitu; saat dengan kondisi aktif transistor PNP akan mengeluarkan arus positif pada kaki kolekor. Sementara transistor NPN akan mengeluarkan arus negatif pada kaki kolektor sewaktu dalam kondisi aktif.
  • Transistor PNP yang akan aktif bila kaki basisnya dihubungkan dengan arus negatif. Sementara pada transistor jenis NPN akan aktif bila pada kaki basisnya dihubungkan dengan arus positif.
  • Transistor jenis NPN memiliki dua blok material semikonduktor tipe N dan satu blok material semikonduktor tipe P. Sementara transistor jenis PNP memiliki dua blok material semikonduktor yang bertipe P dan satu blok material semikonduktor bertipe N.
  • Selain melihat perbedaan kedua transistor tersebut dari simbol, kita juga bisa melihat dari beberapa parameter, dan arus inputnya serta outputnya.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top