Perbedaan Sistem MBR dan GPT

MBR dan GPT merupakan sistem partisi yang digunakan oleh sistem operasi seperti windows dan linux untuk mengelola data yang ada didalam nya. Sebuah media storage/drive (hdd,ssd,flashdisk,dll) tidak bisa langsung digunakan oleh sistem operasi sebelum diformat dan ditentukan jenis sistem partisi yang akan digunakan.

Apa itu MBR dan GPT ?

Master Boot Record (MBR) merupakan sistem partisi versi jadul (tahun 1983 oleh IBM) yang digunaan bersamaan dengan legacy BIOS firmware dan masih digunakan hingga saat ini. Sistem partisi MBR jarang digunakan untuk masa sekarang karena tidak mendukung drive terbaru, sehingga dibuatlah sistem partisi baru yaitu GPT (GUID Partition Table).

GUID Partition Table (GPT) merupakan sistem partisi media storage pada komputer yang menggunakan globally unique identifiers (GUIDs) sebagai penanda partisi dan storage. Sistem partisi GPT digunakan sebagai partisi standar untuk firmware baru UEFI pengganti BIOS dan menjadi sistem partisi yang mendukung hardware yang lebih update untuk sekarang.

BACA JUGA : Cara Download File ISO Windows Resmi Dari Microsoft (Media Creation Tools)

Perbedaan sistem mbr dan gpt

MBR dan GPT mempunyai fungsi dan tugas yang sama, namun mempunyai banyak perbedaan yaitu sebagai berikut :

Desain dan Struktur MBR dan GPT

Desain dan Struktur MBR dan GPT

Seperti tampak gambar diatas, Maka perbedaan sistem mbr dan gpt adalah :

  1. MBR hanya terdiri dari 3 bagian termasuk masterboot code,tabel partisi,dan disk signature yang menjadi satu.
  2. Protective MBR yang biasa digunakan untuk mencegah aplikasi disk utility salah mengenali dan menimpa GPT disk.
  3. primary GUID partition table header yang berisi catatan ukuran, lokasi dirinya sendiri serta catatan ukuran dan lokasi dari secondary GPT header

Partisi

  1. MBR hanya bisa menampung 4 entry partisi jenis primary, Jika kalian mempunyai lebih dari 4 partisi saat menggunakan MBR, maka harus menggunakan partisi logical.
  2. Kekurangan partisi logical adalah tidak bisa diset aktif dan tidak bisa diinstall sistem operasi.
  3. GPT bisa membuat partisi primari dengan jumlah yang tidak terbatas,namun saat ini windows membatasinya maximal 128.
  4. Setiap partisi di GPT dapat berfungsi seperti partisi primary di MBR

 

Storage

MBR hanya bisa menggunakan storage sebsesar 2T. Sedangkan GPT mendukung kapasitas storage lebih dari 2TB.
GPT dapat menggunakan semua kapasitas storage yang dimiliki saat menggunakan sistem partisi GPT

Sistem Operasi

GPT sudah mendukung sistem operasi baru, namun hanya windows versi 64bit dan menggunakan firmware UEFI yang bisa menggunakan GPT

Boot Mode

Pada motherboard jaman sekarang sudah mensupport kedua boot mode yaitu Legacy dan UEFI. Kita hanya perlu mengaktifkan opsi CSM (Compatibility Support Module) pada menu boot di BIOS/UEFI setting. Namun jika pada motherboard kalian hanya mendukung satu boots aja, silahkan perbedaan nya dibawah ini

MBR

  • Jika motherboard hanya mendukung legacy Boot, maka kita hanya bisa menginstall sistem operasi menggunakan MBR.
  • Akan Muncul peringatan error ” Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is of the GPT partition style“, saat menginstall sistem operasi pada disk GPT dengan boot mode legacy

GPT

  • Sebaliknya jika motherboard hanya mendukung UEFI boot, maka kita hanya bisa menginstall sistem operasi pada disk GPT.
  • akan muncul peringatan error “Windows cannot be installed to this disk. The selected disk has an MBR partition table. On EFI systems, Windows can only be installed to GPT disk”.Jika memaksakan untuk menginstall OS di disk MBR dengna mode UEFI boot

Pilih MBR atau GPT ?

Berdasarkan dari perbedaan sistem mbr dan gpt, sekarang kita bisa memilih GPT atau MBR secara tepat sesuai kondisi, karena memilih yang terbaru tidak selalu menyelesaikan masalah,

MBR

  • Pilih MBR Jika Kamu akan install Windows 32bit, karena hanya windows 64bit yang support GPT
  • Jika menggunakan Windows Jadul, walaupun walau sistem operasi tersebut sudah 64bit maka pilihlah MBR.
  • Pilih MBR Jika Motherboard hanya punya satu mode boot yaitu legacy boot.

GPT

  • Pilih GPT Jika Disk lebih dari 2TB agar semua kapasitas bisa terbaca.
  • Jika Mainboard mu Suport UEFI maka pilih GPT, karena booting menggunakan mode UEFI akan mempercepat waktu booting dan meningkatkan performa komputer atau laptop.
  • Pilih GPT untuk menghindar terjadinya data korup atau rusak yang telah tersimpan pada media storage, karena GPT mempunyai Fitur yaitu :
    – Primary dan backup partition table untuk redudansi
    – algoritma CRC32 untuk menjaga integritas struktur data

Begitulah perbedaan dari MBR dan GPT, masih mengenai pembahasan ini baca juga artikel selanjutnya yaitu Cara Merubah Sistem Partisi MBR dan GPT

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top