Rangkaian Monitor Tegangan Baterai 12V

Berikut Ini merupakan Rangkaian Monitor Tegangan Baterai 12V yang dapat menunjukan proses pengisian pada baterai 12 Volt. Status LED akan menunjukan apakah baterai menerima telah mengisi atau tidak. Selain itu rangkain ini akan menunjukan indikator baterai pada kondisi penuh.

Rangkaian Monitor Baterai 12V
Kelebihan pengisian (overcharge) dan di bawah muatan (downlevel) akan mengurangi masa pakai baterai. Sebaiknya tegangan terminal baterai lead-acid harus tetap di kisaran 12,5 s/d 13,5 volt. Jika tegangan terminal baterai berkurang di bawah 10volt untuk waktu yang lama, baterai tidak akan menerima arus pengisian. Demikian pula jika tegangan terminal melebihi di atas 14 volt, baterai akan rusak dan hancur. Baterai harus terus dipantau untuk meningkatkan kelangsungan kinerja baterai.

Prinsip kerja Rangkaian

Rangkaian Monitor Tegangan Baterai 12V  ini terdiri dari dua buah dioda zener yang dikontrol oleh transistor untuk mengalihkan pencahayaan tiga buah LED biru,merah, dan orange yang mengindikasikan tegangan baterai dalam kondisi rendah (low), normal atau tinggi (high). Ketika tegangan baterai kurang dari 11 volt, dioda zener ZD1 dan ZD2 berhenti bekerja dan hanya LED biru yang menyala. Hal ini menunjukkan tegangan baterai dalam kondisi rendah (low). Jika tegangan baterai antara 12 volt s/d 14 volt, dioda zener ZD1 bias maju dan T1 bekerja. LED merah yang terhubung ke kolektor T1 menyala yang menunjukkan tegangan baterai dalam kondisi normal. Jika tegangan baterai melebihi dari 15 volt, dioda zener ZD2 bias maju dan T2 juga bekerja sehingga LED merah dan hijau menyala secara bersamaan yang menunjukkan tegangan baterai dalam kondisi tinggi (high).

Keterangan Warna LED :

  • Biru menyala = Tegangan baterai rendah (low)
  • Merah menyala = Tegangan baterai normal
  • Merah dan hijau menyala = Tegangan baterai lebih tinggi (high)

Untuk lebih jelas dan cara pembuatannya silahkan tonton video nya di bawah ini :

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top