Relay : Pengertian, cara kerja, Jenis dan fungsi

Pada artikel ini saya akan membahas tuntas tentang Relay, mulai dari pengertian,cara kerja,jenis jenis hingga fungsi dari relay itu sendiri. Berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai Relay.

fungsi dan jenis relay

Pengertian Relay

Relay adalah salah satu komponen elektronik dimana dia menjadi Saklar yang beroperasi secara listrik dengan picu atau inputan sinyal listrik. Relay merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch).  

Cara kerja Relay

Cara kerja relay adalah dengan mengontrol satu rangkaian listrik dengan membuka dan menutup kontak pada rangkaian lainnya.

fungsi dan jenis relay

Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 12V dan 100 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A. Terdapat dua bagian pokok dari relay, yakni elektromagnet dan mekanikal. Yang dimaksud dengan mekanikal, yakni seperangkat switch atau kontak saklar.

Jenis jenis Relay

Relay dapat dibedakan atau dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu berdasarkan posisi awal atau kontak pointnya atau juga berdasarkan jumlah Phole dan Throw yang dimilikinya. Berikut ini merupakan fungsi dan jenis jenis relay berdasarkan pengelompokkannya :

1. Jenis Relay Berdasarkan Posisi Awal

Jenis relay yang pertama yaitu Relay berdasarkan posisi awal dari kontak pointnya. Berdasarkan posisi awal dari kontak pointnya, Relay dibagi menjadi dua yaitu :

  • Relay Type Normally Close (NC)

Tipe Relay yang satu ini merupakan relay yang pada kondisi awal sebelum diaktifkan berada pada posisi terhubung atau menutup (close).

  • Relay Type Normally Open (NO)

Tipe Relay Normally Open adalah merupakan relay yang pada kondisi awal sebelum diaktifkan berada pada posisi terputus atau terbuka (open).

2. Jenis Relay Berdasarkan Jumlah Pole dan Throw

Jenis relay yang kedua adalah dibedakan berdasarkan jumlah pole (banyaknya kontak yang dimiliki) dan throw (banyaknya kondisi berdasarkan kontak pointnya). Berdasarkan Pole dan Throw, Relay dikelompokan menjadi beberapa yaitu :

  • Relay Tipe Single Pole Single Throw (SPST)

Jenis Relay tipe Single Pole Single Throw adalah salah satu jenis Relay yang memiliki 4 kaki terminal. Yang mana pada jenis relay ini, 2 kaki terminal memiliki fungsi sebagai kontak point (saklar) dan 2 kaki terminal yang lainnya memiliki fungsi sebagai kumparan elektromagnet atau dipakai untuk coil.

  • Relay Type Single Pole Double Throw (SPDT)

Relay tipe yang satu ini didesain dengan memiliki 5 kaki terminal. Dimana relay jenis ini, 3 kaki terminal ini mempunyai fungsi sebagai kontak point (saklar) sedangkan 2 kaki terminal yang lainnya memiliki fungsi sebagai kumparan elektromagnet.

  • Relay Type Double Pole Single Throw (DPST)
fungsi dan jenis relay

Jenis relay yang ini memiliki memiliki 6 kaki terminal. Dimana pada Relay jenis ini 4 kaki terminalnya memiliki fungsi sebagai saklar dan 2 kaki terminal berfungsi sebagai kumparan elektromagnet. Pada relay jenis ini, 4 kaki terminalnya terdiri dari dua pasang saklar single pole double throw.

  • Relay Type Double Pole Double Throw (DPDT)
fungsi dan jenis relay

Relay tipe Double Pole Double Throw ini didesain dengan delapan buah terminal. Dimana pada Relay jenis ini 6 terminalnya memiliki fungsi sebagai kontak point (saklar). Sedangkan 2 terminal lainnya berfungsi sebagai kumparan elektromagnet. Pada Relay jenis ini, enam pasang terminal yang berfungsi sebagai kontak point ini terdiri dari dua pasang saklar single pole double throw.

Fungsi-fungsi Relay

Setelah mengetahui jenis jenis dari relay, sekarang kita akan membahas fungsi dari relay. Beberapa fungsi umum dari Relay diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pengontrol Tegangan Tinggi

Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah.

  • Pengendali Arus Listrik Kendaraan

Relay yang berfungsi untuk melindungi Mobil/Motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).

  • Sistem Kontrol Digital

Sistem kontrol digital ini membutuhkan relai untuk memiliki kemampuan beradaptasi dengan sinyal tingkat rendah, sensitivitas sedang, tindakan cepat, dan keandalan switching yang tinggi. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)

  • Sebagai Pengaman

Relay digunakan Sebagai pengaman komponen Lain dari kelebihan arus listrik

  • Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)
  • Sebagai penghubung antara perangkat Arus Lemah (DC) dengan perangkat Arus Kuat atau (AC)
  • DLL

Baca juga :Jenis Dan Fungsi Kapasitor

Begitulah pembahasan tentang Relay, mulai dari pengertian,cara kerja,jenis jenis hingga fungsi dari relay itu sendiri. semoga bermanfaat ..

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top